Home Daerah

Berawal dari 54 Ekor Ayam, Kini Menjadi 150 Ekor, Program Gayatri di Desa Belun Berhasil Tingkatkan Kesejahteraan KPM

by Pena Realita - 23 Juli 2026, 16:46 WIB

BOJONEGORO || Penarealita.com  – Program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu kisah sukses datang dari Desa Belun, Kecamatan Temayang, di mana penerima manfaat mampu mengembangkan bantuan awal menjadi usaha peternakan yang produktif dan berkelanjutan.

Salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Subeki, warga RT 10 RW 02 Desa Belun, mengaku menerima bantuan sebanyak 54 ekor ayam petelur pada Agustus 2025. Berkat ketekunan dan pengelolaan yang baik, hasil penjualan telur terus ia tabung untuk membeli ayam petelur tambahan hingga kini jumlah ternaknya mencapai 150 ekor.

"Saya menerima bantuan Gayatri sejak Agustus 2025 sebanyak 54 ekor ayam petelur. Hasil penjualan telur tidak langsung saya gunakan untuk kebutuhan lain, tetapi saya kumpulkan untuk membeli ayam lagi. Alhamdulillah sekarang jumlah ayam petelur saya sudah mencapai 150 ekor," ujar Subeki saat ditemui di kandangnya, Kamis (23/7/2026).

Dengan jumlah ternak tersebut, Subeki mampu memanen sekitar 7,5 kilogram telur setiap hari. Menurutnya, usaha yang dijalankan masih memberikan keuntungan meski harga pakan mengalami kenaikan.

"Dari 150 ekor ayam petelur itu, setiap hari saya bisa panen sekitar 7,5 kilogram telur. Setelah saya hitung seluruh biaya operasional, usaha ini masih memberikan keuntungan yang cukup untuk membantu perekonomian keluarga," tambahnya.

Tak hanya berhasil mengembangkan populasi ayam, Subeki juga melakukan inovasi dengan membuat pakan fermentasi yang kualitasnya setara dengan pakan pabrikan. Inovasi tersebut dilakukan untuk menekan biaya produksi tanpa mengurangi produktivitas ayam.

"Setelah menghitung biaya pakan yang cukup besar, saya mencoba membuat pakan sendiri dengan proses fermentasi. Kualitasnya tetap bagus, hasil produksi telur tidak menurun, bahkan biaya pakan bisa lebih hemat," jelasnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dapat memberikan dukungan berupa fasilitas maupun pendampingan agar inovasi pakan fermentasi tersebut dapat dikembangkan dan dimanfaatkan oleh lebih banyak peternak Gayatri.

Keberhasilan para KPM di Kecamatan Temayang tidak terlepas dari pendampingan intensif Petugas Teknis Peternakan (PTT) dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro.

Petugas Teknis Peternakan Kecamatan Temayang, Sugihartono, mengatakan pakan fermentasi yang dikembangkan Subeki terbukti mampu mengurangi biaya produksi para peternak.

"Banyak KPM yang menyampaikan kepada kami bahwa mereka bisa menghemat sekitar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per hari setelah menggunakan pakan fermentasi tersebut karena biayanya lebih ekonomis dibandingkan pakan pabrikan," ungkap Sugihartono.

Menurutnya, selain lebih murah, pakan fermentasi juga membuat kotoran ayam tidak terlalu berbau sehingga lingkungan kandang menjadi lebih bersih dan risiko penyakit pada ternak dapat ditekan.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Temayang, Danu, memberikan apresiasi atas keberhasilan dan kreativitas yang ditunjukkan Subeki dalam mengembangkan program Gayatri.

"Kami mengapresiasi keberhasilan dan kreativitas salah satu KPM yang mampu menyukseskan program Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro. Semoga inovasi ini bisa menjadi inspirasi bagi KPM lainnya sehingga Program Gayatri terus berkembang dan berkelanjutan," kata Danu.

Ia berharap seluruh penerima manfaat dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal agar mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Bojonegoro.( Mur )

Editorial : Redaksi 

Share :

Populer Minggu Ini