Home Daerah

Berawal dari 54 Ekor Tahun 2025, Kini Jadi 150 Ekor Ayam Petelur, Program Gayatri Pemkab Bojonegoro Sukses Tingkatkan Kesejahteraan KPM

by Pena Realita - 25 Juli 2026, 12:26 WIB

BOJONEGORO || Penarealita.com – Program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) kembali membuktikan keberhasilannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu kisah inspiratif datang dari Desa Belun, Kecamatan Temayang, di mana seorang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berhasil mengembangkan bantuan awal sebanyak 54 ekor ayam petelur menjadi 150 ekor dalam waktu kurang dari satu tahun.

Keberhasilan tersebut diraih Subeki, warga RT 10 RW 02 Desa Belun. Ia menerima bantuan Program Gayatri pada Agustus 2025 sebanyak 54 ekor ayam petelur. Berbekal ketekunan, kedisiplinan, dan pengelolaan usaha yang baik, hasil penjualan telur tidak langsung digunakan untuk kebutuhan konsumtif, melainkan ditabung untuk menambah populasi ternaknya.

"Saya menerima bantuan Gayatri sejak Agustus 2025 sebanyak 54 ekor ayam petelur. Hasil penjualan telur tidak langsung saya gunakan untuk kebutuhan lain, tetapi saya kumpulkan untuk membeli ayam lagi. Alhamdulillah sekarang jumlah ayam petelur saya sudah mencapai 150 ekor," ujar Subeki saat ditemui di kandangnya, Kamis (23/7/2026).

Dengan jumlah ayam tersebut, Subeki kini mampu memanen sekitar 7,5 kilogram telur setiap hari. Menurutnya, meski harga pakan mengalami kenaikan, usaha peternakan ayam petelur masih memberikan keuntungan yang cukup untuk menopang ekonomi keluarganya.

"Dari 150 ekor ayam petelur itu, setiap hari saya bisa panen sekitar 7,5 kilogram telur. Setelah saya hitung seluruh biaya operasional, usaha ini masih memberikan keuntungan yang cukup untuk membantu perekonomian keluarga," tambahnya.

Tak berhenti di situ, Subeki juga melakukan inovasi dengan memproduksi pakan fermentasi sebagai alternatif pengganti pakan pabrikan. Langkah tersebut terbukti mampu menekan biaya produksi tanpa mengurangi kualitas maupun produktivitas ayam petelur.

"Setelah menghitung biaya pakan yang cukup besar, saya mencoba membuat pakan sendiri dengan proses fermentasi. Kualitasnya tetap bagus, hasil produksi telur tidak menurun, bahkan biaya pakan bisa lebih hemat," jelasnya.

Ia berharap inovasi tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, baik melalui pendampingan maupun penyediaan fasilitas agar dapat diterapkan oleh lebih banyak peternak peserta Program Gayatri.

Keberhasilan KPM di Kecamatan Temayang juga tidak lepas dari pendampingan rutin Petugas Teknis Peternakan (PTT) Disnakkan Bojonegoro. Petugas Teknis Peternakan Kecamatan Temayang, Sugihartono, mengatakan penggunaan pakan fermentasi terbukti mampu menekan biaya operasional para peternak.

"Banyak KPM yang menyampaikan kepada kami bahwa mereka bisa menghemat sekitar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per hari setelah menggunakan pakan fermentasi tersebut karena biayanya lebih ekonomis dibandingkan pakan pabrikan," ungkap Sugihartono.

Selain lebih hemat, lanjutnya, pakan fermentasi juga membuat kotoran ayam tidak terlalu berbau sehingga kondisi kandang menjadi lebih bersih dan risiko penyakit pada ternak dapat diminimalkan.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Temayang, Danu, mengapresiasi keberhasilan Subeki yang dinilai mampu menjadi contoh keberhasilan Program Gayatri di tingkat masyarakat.

"Kami mengapresiasi keberhasilan dan kreativitas salah satu KPM yang mampu menyukseskan program Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro. Semoga inovasi ini bisa menjadi inspirasi bagi KPM lainnya sehingga Program Gayatri terus berkembang dan berkelanjutan," kata Danu.

Ia berharap seluruh penerima manfaat dapat memanfaatkan bantuan yang diberikan secara maksimal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat di Kabupaten Bojonegoro.( Mur )

Editorial : Redaksi 

Share :

Populer Minggu Ini