BOJONEGORO | Penarealita.com – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar kegiatan Off Road Adventure bertema penjelajahan Bumi Bojonegoro bagian selatan. Kegiatan yang dimulai Kamis (22/10/2026) ini melintasi sejumlah wilayah, mulai dari Dolokgede, Turi, Nglampin, Kecamatan Sekar, Krondonan, hingga kawasan wisata Kayangan Api. Selain menjadi ajang bagi penggemar otomotif, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan potensi wisata alam Bojonegoro kepada peserta dari berbagai daerah.
Kegiatan tersebut diikuti penggemar otomotif off-road dari berbagai daerah, termasuk Tim Jalak Hitam dan rombongan dari Bali yang membawa empat unit kendaraan jip. Sebanyak 15 roader juga disebut berasal dari Sumatera Selatan, Jakarta, Yogyakarta, dan Semarang. Pada hari pertama, peserta dijadwalkan melintasi jalur sungai, tanjakan, turunan, serta medan menantang di kawasan hutan sebelum tiba di kawasan wisata Atas Angin, Kecamatan Sekar, menjelang magrib.
Memasuki hari kedua, perjalanan dilanjutkan melalui wilayah Desa Deling Pragelan dengan medan perbukitan serta bebatuan. Rute berikutnya mengarah ke Dusun Jomblangjati, Desa Krondonan, di kawasan pendakian Gunung Pandan. Peserta kemudian melanjutkan petualangan melewati jalur sungai, perbukitan, kawasan Mbubulan, serta lintasan di sekitar tebing dan gua sebelum menuju kawasan Kayangan Api pada rangkaian perjalanan terakhir.
Koordinator Jeep 4x4, Zaenul Ma’arif, menjadi salah satu narasumber yang dapat memberikan keterangan mengenai kesiapan kendaraan dan pelaksanaan kegiatan.
Panitia disebut telah menguji jalur menggunakan kendaraan tubular maupun full body. Meski demikian, pemeriksaan kondisi lintasan tetap diperlukan, terutama pada titik penyeberangan yang menggunakan batang kayu, dengan mempertimbangkan kekuatan struktur, debit air, cuaca, serta kemampuan kendaraan. Keterangan langsung dari Zaenul Ma’arif masih perlu dikonfirmasi untuk melengkapi pemberitaan secara akurat.
Selain menawarkan tantangan bagi para roader, kegiatan ini berpotensi mendorong perputaran ekonomi masyarakat di sepanjang rute, khususnya pelaku usaha makanan, minuman, dan kebutuhan perjalanan. Namun, aspek keselamatan peserta, kelestarian lingkungan, serta izin penggunaan jalur sungai, hutan, dan akses desa tetap harus diperhatikan.
Melalui Bojonegoro Off Road Adventure, penjelajahan ini diharapkan mampu memperkenalkan potensi wisata daerah sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.( Mbah Muri )
Editorial : Redaksi