BOJONEGORO|| Penarealita.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) terus mendorong pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta pelaku UMKM agar semakin dikenal masyarakat dan mampu memperluas pemasaran produknya.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Bincang-Bincang Sinergi IKM se-Kabupaten Bojonegoro yang dikemas dalam bentuk Live Podcast dan Live TikTok. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang usaha untuk berbagi pengalaman, strategi pemasaran, serta pengelolaan usaha kepada para pelaku IKM dan UMKM.
Kegiatan tersebut digelar di Gedung Eastern Hotel, Jalan Veteran Nomor 37, Bojonegoro, dan dihadiri langsung Kepala Dinperinaker Bojonegoro, Mahmudi, S.Sos., M.M. Acara dipandu oleh host Aditya dan Ria Lestari.
Dalam kegiatan itu, hadir tiga narasumber, yakni Ketua Asosiasi Prima Utama Jati (PUJ) Rikco, Ketua Asosiasi Pengolah dan Pemasar Ikan Bojonegoro (ASPPIB) Rudianani (Diana), serta Maisir, Ketua UMKM yang bergerak di bidang kerajinan berbahan pelepah pohon pisang atau yang dikenal dengan sebutan Pak'e Debog.
Ketiga narasumber menyampaikan berbagai pengalaman dan masukan mengenai tata cara pengelolaan usaha, pengembangan produk, hingga strategi pemasaran yang dinilai penting bagi keberlangsungan usaha para pelaku IKM dan UMKM.
Tidak hanya berlangsung secara langsung, kegiatan tersebut juga membuka ruang interaksi dengan masyarakat melalui Live Podcast dan Live TikTok. Sejumlah pelaku UMKM yang mengikuti siaran turut menyampaikan pertanyaan, terutama berkaitan dengan bagaimana cara memperluas pemasaran dan membangun sinergi antar-pelaku usaha.
Kepala Dinperinaker Bojonegoro Mahmudi mengatakan, berbagai pertanyaan yang muncul dari peserta maupun masyarakat melalui siaran langsung pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan pembahasan yang disampaikan oleh para narasumber.
“Apa yang disampaikan oleh narasumber tampaknya tidak berbeda jauh dari pertanyaan para pengunjung Live Podcast atau TikTok, yaitu terkait cara sinergi IKM,” kata Mahmudi.
Menurut Mahmudi, pemanfaatan platform digital menjadi salah satu cara yang efektif untuk memperkenalkan produk-produk IKM dan UMKM Bojonegoro kepada masyarakat yang lebih luas.
“Oleh sebab itu, dengan cara Live Podcast atau TikTok inilah kami akan terus galakkan program bincang-bincang ini, dengan mengundang berbagai narasumber secara bergantian,” ujarnya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi dan media sosial perlu dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku IKM dan UMKM. Selain menjadi sarana komunikasi, Live Podcast dan TikTok juga dapat menjadi media promosi sekaligus ruang untuk menyerap aspirasi pelaku usaha.
“Tentunya dengan adanya Live Podcast dan TikTok dalam bentuk bincang-bincang ini lebih efektif, efisien, sesuai perkembangan zaman dan lebih bisa membantu semua pengrajin untuk dikenal secara umum,” jelasnya.
Mahmudi berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah bagi para pengrajin dan pelaku UMKM untuk menyampaikan berbagai persoalan, khususnya terkait pemasaran, sekaligus memperoleh solusi dan pengetahuan dari pelaku usaha lainnya.
“Harapan kami, kegiatan atau program bincang-bincang lewat Live Podcast dan TikTok IKM ini bisa menyerap berbagai aspirasi dari para pengrajin atau pelaku UMKM,” pungkas Mahmudi.
Dinperinaker Bojonegoro menyampaikan bahwa program bincang-bincang melalui Live Podcast dan TikTok IKM tersebut dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa siang, mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB.
Melalui kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan tersebut, Pemkab Bojonegoro diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku IKM, UMKM, asosiasi usaha, serta masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.( Mbah Muri)
Editorial : Redaksi