BOJONEGORO || Penarealita.com – Dugaan pembiaran pembuangan sampah liar di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro akhirnya mendapat respons dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setelah disorot media. Tumpukan sampah yang dikeluhkan warga terjadi di Desa Buntalan, Kecamatan Temayang, serta di belakang Pasar Desa Mojoranu, Kecamatan Dander.
Sebelumnya, wartawan Penarealita.com mewakili sejumlah media online melayangkan konfirmasi resmi kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro, Luluk Alifah, Sabtu (19/4/2026) sore. Dalam konfirmasi itu, media menyoroti lambannya penanganan sampah liar yang disebut telah berlangsung cukup lama.
Berdasarkan temuan di lapangan, tumpukan sampah di dua titik tersebut menimbulkan bau menyengat, dipenuhi lalat, mengganggu pengguna jalan, dan diduga kerap dibakar secara terbuka sehingga asapnya meresahkan warga sekitar.
Sementara itu, Luluk Alifah Kepala Dinas Bojonegoro Saat dikonfirmasi pewarta melalui pesan id WhatsApp terkait perihal diatas ia sempat menjawab singkat karena sedang menghadiri kegiatan.
“Sekedap nggih saya sedang ada acara,” jawab Luluk melalui pesan WhatsApp.
Tak lama kemudian, ia memberikan tanggapan lanjutan.
“Segera kami koordinasikan dengan pemangku wilayah,” ujar Luluk(19/04/2026).
Jawaban singkat itu memunculkan pertanyaan publik, sebab persoalan sampah liar dinilai bukan masalah baru dan seharusnya sudah lebih dulu terdeteksi tanpa harus menunggu sorotan media.
Warga menilai keberadaan tumpukan sampah liar tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan di lapangan. Terlebih, pembakaran sampah terbuka berpotensi melanggar aturan lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat.
Media sebelumnya meminta penjelasan DLH terkait alasan lokasi pembuangan liar bisa berlangsung lama, langkah konkret yang sudah dilakukan, pihak yang bertanggung jawab dalam pengawasan wilayah Temayang dan Dander, kemungkinan sanksi bagi pelaku pembakaran sampah, jadwal pembersihan, hingga jaminan agar kasus serupa tidak terulang.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan rinci maupun jadwal pasti penanganan dari DLH Bojonegoro selain pernyataan akan melakukan koordinasi.( Muri )
Editorial : Muriyanto