BOJONEGORO || Penarealita.com – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro mengambil langkah konkret dalam pelestarian lingkungan dengan membuat lubang resapan biopori di Alun‑Alun Bojonegoro, Kamis (26/02/2026). Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan ruang terbuka publik yang ramah lingkungan sekaligus mengurangi potensi genangan air saat musim hujan.
Proses pembuatan dilakukan dengan melubangi tanah secara vertikal menggunakan bor tanah. Lubang tersebut kemudian dipasang pipa PVC berlubang dan diisi sampah organik. Teknik ini berfungsi mempercepat penyerapan air ke dalam tanah sekaligus merangsang aktivitas organisme tanah yang secara alami membentuk pori-pori.
Kepala DLH Bojonegoro, Luluk Alifah, menjelaskan bahwa pemasangan biopori merupakan langkah strategis menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan. Menurutnya, metode ini efektif meningkatkan daya resap air hujan sehingga dapat meminimalkan genangan di area publik yang ramai aktivitas.
“Selain mengurangi genangan, ini juga menjadi edukasi nyata bagi masyarakat tentang pengolahan limbah dari hulu,” ujarnya.
Ia menambahkan, sistem biopori memiliki manfaat ganda, yakni konservasi air tanah serta pengolahan sampah organik. Limbah organik yang dimasukkan ke dalam lubang akan terurai menjadi kompos alami dengan bantuan mikroorganisme dan cacing tanah, sehingga turut meningkatkan kesuburan tanah di area hijau sekitar alun-alun.
Pihaknya berharap langkah ini dapat ditiru instansi lain maupun masyarakat luas, baik di lingkungan perkantoran maupun permukiman padat penduduk. Dengan adanya lubang resapan biopori, ruang terbuka publik di Kabupaten Bojonegoro diharapkan tetap nyaman digunakan saat musim hujan sekaligus berfungsi optimal sebagai paru-paru kota secara ekologis.( Mur )
Editorial: Mbah Muri