BOJONEGORO|| Penarealita.com – Polemik proyek pembangunan jembatan di Desa Semenpinggir, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, kian memanas. Dua narasi yang saling bertolak belakang antara dorongan sidak DPRD dan klarifikasi pemerintah desa dinilai membingungkan publik serta berpotensi mengaburkan fakta di lapangan.
Menanggapi dua narasi pemberitaan yang berbeda, Iryanto Penggiat informasi publik, secara tegas menyayangkan kondisi tersebut. Ia menilai, baik legislatif maupun pemerintah desa harus berbicara berdasarkan data konkret, bukan sekadar pernyataan normatif.
“Jangan sampai publik disuguhi dua cerita yang berbeda tanpa kejelasan. Ini proyek uang rakyat, bukan ruang spekulasi. DPRD harus segera turun, dan Pemdes harus buka data secara transparan,” tegas Iryanto.
Selain itu, Iryanto menegaskan bahwa, alasan cuaca tidak boleh dijadikan tameng tanpa disertai bukti teknis yang terbuka ke publik. Ia juga menyoroti lambannya respons DPRD yang masih menunggu rapat internal.
“Kalau memang ada kendala cuaca, tunjukkan datanya. Kalau DPRD serius, jangan tunggu lama. Sidak itu bukan opsi, tapi kewajiban pengawasan,” ujarnya keras.
Di sisi lain, masyarakat mulai kehilangan kesabaran. Mereka menilai proyek bernilai miliaran rupiah itu tidak boleh dibiarkan menggantung tanpa kepastian.
“Kami butuh kejelasan, bukan alasan. Kalau memang ada masalah, buka ke publik. Kalau tidak, lanjutkan pekerjaannya,” ungkap salah satu warga.( Mbah Muri )
Editorial : Redaksi