BOJONEGORO || Penarealita.com – Kelangkaan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram dikeluhkan warga di berbagai wilayah Kabupaten Bojonegoro. Selain sulit didapatkan, harga elpiji melonjak jauh di atas harga eceran tertinggi (HET), sehingga memicu keresahan masyarakat, terutama ibu rumah tangga yang bergantung pada gas tersebut untuk memasak kebutuhan sehari-hari.
Keluhan tersebut salah satunya disampaikan Riyani, warga Desa Kacangan, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro. Ia menilai kondisi ini harus segera ditindaklanjuti oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bojonegoro agar tidak semakin merugikan masyarakat.
Menurut Riyani, hampir setiap hari ia melihat keluhan serupa bermunculan di media sosial maupun status WhatsApp para ibu rumah tangga yang mengaku kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram.
“Sekarang hampir semua ibu-ibu bikin status keluhan soal gas elpiji 3 kilogram. Selain harganya mahal, barangnya juga sulit sekali dicari. Kami berharap Disperindag segera turun tangan,” ujar Riyani.
Ia juga menyinggung dugaan praktik penimbunan yang dilakukan oknum pemilik toko atau pengecer. Riyani menilai ada kejanggalan karena sebelumnya warga diminta menyerahkan fotokopi KTP dengan alasan agar mudah saat membeli gas elpiji 3 kilogram bersubsidi.
Namun kenyataannya, ketika warga hendak membeli gas elpiji 3 Kilogram, justru tidak dilayani meskipun tabung gas diduga tersedia dalam jumlah banyak.
“Dulu kami dimintai fotokopi KTP katanya supaya mudah kalau mau beli gas elpiji 3 kilogram. Tapi sekarang saat saya mau beli malah tidak dilayani, padahal tabungnya banyak sekali di toko itu. Sangat lucu sekali,” tegasnya, Sabtu 14 Maret 2026.
Riyani menegaskan, gas elpiji 3 kilogram merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat kecil. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah segera melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi gas bersubsidi agar tidak terjadi penimbunan atau permainan harga di tingkat pengecer.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, masyarakat berharap Disperindag Bojonegoro segera melakukan inspeksi lapangan dan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti menyalahgunakan distribusi elpiji bersubsidi.( Red )
Editorial : Muriyanto