Home Daerah

Gas Elpiji Langka di Kacangan Tambakrejo Bojonegoro, Warga Menangis Tak Bisa Masak Sahur

by Pena Realita - 12 Maret 2026, 09:25 WIB

Gambar Ilustrasi

BOJONEGORO || Penarealita.com – Kelangkaan gas elpiji di Desa Kacangan, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro menuai keluhan keras dari masyarakat. Di tengah bulan suci Ramadan, warga justru dibuat kebingungan karena sulit mendapatkan elpiji untuk memasak kebutuhan sehari-hari, bahkan ada yang sampai menangis saat hendak menyiapkan makan sahur,(12/03/2026).

Riyani, warga Desa Kacangan, mengaku sangat terpukul karena tidak bisa memasak saat waktu sahur akibat gas elpiji yang langka di wilayahnya. Ia mengaku sudah berusaha mencari ke berbagai tempat, namun tetap tidak mendapatkan elpiji.

“Saya sudah keliling mencari elpiji kemana-mana, tapi tidak ada mas. Mau masak untuk sahur jadi tidak bisa. Saya sampai sedih dan menangis karena tidak tahu harus bagaimana,” ujar Riyani dengan mata berkaca-kaca.

Keluhan serupa juga disampaikan Katinem, warga lainnya di desa tersebut. Ia mengatakan kondisi kelangkaan elpiji sudah terjadi beberapa hari terakhir dan membuat masyarakat kecil sangat kesulitan.

“Sudah beberapa hari ini elpiji susah sekali dicari. Kalau pun ada, harganya naik. Kami masyarakat kecil jadi sangat kesulitan untuk memasak,” kata Katinem.

Warga pun mempertanyakan pengawasan pemerintah terhadap distribusi gas elpiji di wilayah Tambakrejo. Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Bojonegoro segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan tersebut, terutama dinas terkait agar melakukan pengecekan distribusi elpiji di lapangan.

“Pemerintah harus segera turun tangan. Jangan sampai masyarakat terus dibiarkan kesulitan seperti ini, apalagi ini bulan Ramadan, kebutuhan memasak sangat penting,” ungkap salah satu warga.

Masyarakat berharap instansi terkait, termasuk Dinas Sosial dan pihak yang membidangi distribusi elpiji, segera mengambil langkah tegas agar kelangkaan tidak terus terjadi dan masyarakat bisa kembali mendapatkan elpiji dengan mudah dan harga yang wajar.( Red )

Editorial : Muriyanto 

Share :

Populer Minggu Ini