TUBAN | Penarealita.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban terus mematangkan persiapan pelaksanaan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat penetapan panitia HSN yang digelar di Aula Gedung Kemenhaj Tuban, Kamis (8/10/2026).
Rapat tersebut dibuka oleh Plt. Kasubag TU Kankemenag Tuban, Imam Syafi’i, dan dihadiri unsur Kesra Pemerintah Kabupaten Tuban, Ketua FKDT/FKPP, para Kasi, Pengawas, Pranata Humas, APRI, IPARI, JFU, KKRA serta IGRA.
Dalam rapat, panitia membahas berbagai persiapan teknis, termasuk rundown upacara HSN 2026 yang akan dipusatkan di Alun-Alun Tuban pada Kamis, 22 Oktober 2026. Upacara dijadwalkan dimulai pukul 07.00 WIB, sedangkan rangkaian pra-acara dimulai pukul 06.00 WIB.
Kepala Kankemenag Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, menegaskan bahwa kesiapan seluruh petugas menjadi salah satu faktor penting dalam menyukseskan pelaksanaan HSN.
“Petugas adalah kunci kesuksesan sebuah acara. Karena itu, mulai dari MC, komandan upacara, pembaca ikrar santri, pembaca resolusi jihad, pembaca UUD 1945 hingga seluruh petugas lainnya harus dipersiapkan dengan baik,” tegas Umi Kulsum.
Menurutnya, Kemenag Tuban juga akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tuban agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung tertib dan khidmat.
“Kita juga akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tuban agar pelaksanaan HSN berjalan tertib, khidmat dan lancar,” imbuhnya.
Selain upacara, rangkaian pra-acara HSN 2026 akan dimeriahkan berbagai penampilan seni dari madrasah dan lembaga pendidikan di Kabupaten Tuban.
MTsN 1 Tuban dijadwalkan menampilkan tari Zapin yang melibatkan sekitar 350 siswa.
Sementara MTsN 2 Tuban akan menampilkan tari kipas Islami dengan melibatkan sekitar 100 siswa. Paduan suara juga akan melibatkan sekitar 100 personel yang merupakan gabungan dari unsur IGRA dan KKRA.
Lebih lanjut,Umi Kulsum meminta seluruh petugas dan peserta yang terlibat menjaga komunikasi serta koordinasi hingga hari pelaksanaan.
“Koordinasi harus terus dijaga. Jika ada petugas yang berhalangan, segera disampaikan melalui grup agar dapat dilakukan penggantian dan tidak mengganggu rangkaian acara,” jelasnya.
Sementara itu, penjelasan teknis pelaksanaan disampaikan oleh Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kankemenag Tuban, Imam Bukori, bersama perwakilan Kesra Pemkab Tuban, Andre.
Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa upacara HSN akan berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB di Alun-Alun Tuban, dengan pra-acara dimulai pukul 06.00 WIB.
Untuk mendukung jumlah peserta, wilayah penyangga seperti Semanding, Palang, Merakurak dan Jenu dapat melibatkan siswa SMP secara khusus.
Didalam rapat tersebut juga disepakati ketentuan pakaian peserta. Peserta laki-laki mengenakan baju koko putih, sarung bernuansa hijau dan kopiah hitam.
Sedangkan peserta perempuan mengenakan baju kurung putih, sarung bernuansa hijau dan jilbab warna hijau tua.Peringatan HSN 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.”
Tema tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi slogan seremonial, tetapi menjadi semangat untuk memperkuat kontribusi santri dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Melalui rapat penetapan panitia tersebut, Kankemenag Tuban bersama seluruh unsur yang terlibat berkomitmen memperkuat koordinasi dan mematangkan seluruh kebutuhan teknis. Dengan persiapan tersebut, pelaksanaan HSN 2026 di Kabupaten Tuban diharapkan berlangsung khidmat, tertib, meriah dan memberikan makna bagi masyarakat.( Mur )
Editorial : Redaksi