Home POLRI

Kapolresta Tuban Dialog Bersama Mahasiswa, Bahas Tambang Ilegal hingga Balap Liar

by Pena Realita - 19-10-2026 12:08 WIB

TUBAN | Penarealita.com – Kapolresta Tuban Kombes Pol Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr.Opsla., menggelar dialog bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan organisasi mahasiswa ekstra kampus (Ormek) di Kangen Kopi, Jalan Pasar Ikan, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Senin (19/10/2026) malam.

Dialog yang berlangsung pukul 19.00 hingga 21.30 WIB tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi sekaligus membahas berbagai persoalan sosial dan keamanan yang berkembang di masyarakat.

Sejumlah isu yang mengemuka meliputi dugaan aktivitas pertambangan ilegal, kenakalan remaja, perundungan (bullying), pelecehan seksual, balap liar, hingga potensi konflik antara masyarakat dan perusahaan di tengah perkembangan industri di Kabupaten Tuban.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PC PMII Kabupaten Tuban Roviq Wahyudin, Ketua PC HMI Kabupaten Tuban Agus Siswanto, Ketua DPC GMNI Kabupaten Tuban Ain Nur Rochman, perwakilan PC IMM, serta mahasiswa dari BEM Universitas Sunan Bonang, ITB, dan Unirow.

Dalam forum tersebut, Ketua DPC GMNI Kabupaten Tuban, Ain Nur Rochman, menyoroti dugaan maraknya aktivitas pertambangan ilegal. Ia berharap kepolisian menindaklanjuti persoalan tersebut secara serius dan mengambil langkah sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, ia mendorong penanganan yang lebih intensif terhadap kasus perundungan dan pelecehan seksual, terutama yang melibatkan kalangan remaja.

Sementara itu, perwakilan BEM Universitas Sunan Bonang, Faris, menegaskan bahwa kedekatan Polri dengan masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan.

“Harapan kami, jargon ‘Polisi Bersama Masyarakat’ bukan hanya sekadar slogan, tetapi benar-benar dimaknai dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Faris.

Lebih lanjut, Faris juga menyampaikan keluhan masyarakat terkait dugaan aksi balap liar pada malam hari di kawasan Tasikmadu, Kecamatan Palang. Ia berharap kepolisian meningkatkan pengawasan dan penindakan demi menjaga keselamatan pengguna jalan serta ketertiban lingkungan.

Adapun perwakilan PC PMII Kabupaten Tuban, Ubed, menyoroti potensi konflik antara masyarakat dan perusahaan seiring berkembangnya kawasan industri serta pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi daerah harus diimbangi dengan perlindungan terhadap kepentingan masyarakat dan upaya pencegahan konflik.

Mahasiswa berharap kepolisian tetap mengedepankan profesionalisme, objektivitas, dan penegakan hukum yang adil apabila terjadi persoalan antara masyarakat dan pihak perusahaan.

Di sisi lain, Ketua PC HMI Kabupaten Tuban, Agus Siswanto, mengapresiasi dialog tersebut. Ia menilai forum komunikasi semacam ini penting untuk membangun hubungan yang terbuka antara mahasiswa dan kepolisian.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolresta Tuban Kombes Pol Jazuli Dani Iriawan menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa terhadap persoalan sosial dan keamanan di Kabupaten Tuban.

Menurutnya, komunikasi terbuka antara kepolisian, mahasiswa, dan masyarakat diperlukan agar berbagai persoalan dapat dibahas bersama dan dicarikan solusi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Forum dialog ini menjadi ruang untuk bertukar pikiran, menyampaikan aspirasi, serta memperkuat sinergi antara Polri dan mahasiswa,” ujar Kapolresta Tuban.

Terkait aspirasi mengenai dugaan pertambangan ilegal, balap liar, perundungan, dan pelecehan seksual, ia menyampaikan bahwa kepolisian terus berupaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui patroli pada jam-jam rawan, edukasi hukum, serta penegakan hukum secara profesional.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan tindak pidana atau gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

Alumni Akademi Kepolisian tahun 2004 tersebut menegaskan bahwa mahasiswa maupun masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan kritik, saran, dan masukan secara konstruktif.

“Komunikasi yang baik sangat penting untuk membangun kepercayaan dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang ada,” tegasnya.

Kapolresta juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau hendak melaporkan gangguan kamtibmas.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” imbuhnya

Selain membahas persoalan sosial dan keamanan, dialog tersebut turut menyinggung momentum menjelang dua tahun masa jabatan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Berdasarkan laporan kegiatan, perwakilan BEM dan organisasi mahasiswa di Kabupaten Tuban menyatakan tidak memiliki agenda kegiatan maupun aksi turun ke jalan untuk memperingati momentum tersebut.
Elemen mahasiswa juga menyampaikan komitmen untuk terus menjalin komunikasi dengan kepolisian serta ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Tuban.

Melalui dialog tersebut, Polresta Tuban berharap mahasiswa dapat terus berperan sebagai mitra kritis dan konstruktif dalam menyampaikan aspirasi serta mendorong penyelesaian berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” diharapkan diwujudkan melalui komunikasi terbuka, keterbukaan terhadap kritik, dan tindakan nyata dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di Kabupaten Tuban.( Mbah Muri)

Editorial : Redaksi 

Share :

Populer Minggu Ini