Home Daerah

Kemenag Tuban Pacu Mutu Madrasah Lewat AMI Ke-4 Tahun 2026, Literasi Jadi Prioritas Utama

by Pena Realita - 21 Februari 2026, 09:06 WIB

TUBAN || Penarealita.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban melalui Seksi Pendidikan Madrasah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu dan daya saing madrasah melalui Program Anugerah Madrasah Inovasi (AMI) Ke-4 Tahun 2026. Program ini ditegaskan sebagai instrumen strategis untuk mendorong inovasi sekaligus menanamkan pendidikan karakter bagi peserta didik di lingkungan madrasah.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tuban, Hj. Umi Kulsum, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa inovasi madrasah harus berorientasi pada penguatan literasi sebagai fondasi karakter siswa.

“Kita ingin literasi menjadi napas setiap madrasah di Tuban. Ini adalah fondasi karakter agar siswa memiliki daya kritis yang tajam,” tegasnya.

Berdasarkan data yang dirilis Kemenag Tuban, dari total 641 lembaga Raudlatul Athfal (RA) dan madrasah, sebanyak 222 lembaga telah berpartisipasi aktif dalam AMI Ke-4 Tahun 2026. Ketua Tim AMI, Suwarno, bersama Plt. Kasi Pendidikan Madrasah, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa partisipasi tersebut terbagi dalam tiga bidang unggulan.

Pada Bidang Literasi tercatat sebanyak 162 lembaga yang terdiri dari 87 RA, 51 MI, 14 MTs, dan 10 MA. Sementara Bidang Entrepreneur diikuti 30 lembaga, masing-masing 4 RA, 13 MI, 7 MTs, dan 6 MA. Adapun Bidang SMART (Sehat, Mandiri, Berprestasi, Asri, Ramah Anak, dan Toleran) juga diikuti 30 lembaga, meliputi 11 RA, 11 MI, 2 MTs, dan 6 MA.

Saat ini, tahapan AMI telah memasuki fase pengumpulan nilai pasca visitasi. Selanjutnya, akan dilakukan rapat komisi pada masing-masing bidang sebelum memasuki rapat pleno untuk menetapkan hasil akhir.

“Kami sedang melakukan pengumpulan nilai pasca tahap visitasi. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan rapat komisi dan pleno sebagai tahap akhir penilaian,” jelas Suwarno.

Meski demikian, Kemenag Tuban mencatat masih terdapat 419 lembaga yang belum berpartisipasi dalam program ini. Oleh karena itu, Kemenag memberikan instruksi khusus kepada seluruh kepala RA dan madrasah agar segera mendaftarkan lembaganya, dengan prioritas pada Bidang Literasi sebagai pilar utama penguatan kualitas pendidikan.

Selain itu, para pengawas madrasah diminta berperan aktif sebagai motor penggerak dengan mengawal proses pendaftaran, mendampingi penyusunan dokumen sesuai standar penilaian, serta melakukan evaluasi dan pelaporan kendala di lapangan.

Plt. Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Tuban, Lukman Hakim, berharap program AMI dapat menjadi momentum transformasi bagi seluruh madrasah di Kabupaten Tuban.

“Tujuan akhir kita adalah madrasah yang mandiri, inovatif, dan berprestasi. Dengan pendampingan yang optimal, kami yakin penguatan literasi dapat dimulai secara masif dari madrasah-madrasah di Tuban,” pungkasnya.

Reporter: Muri

Editorial : Redaksi 

Share :

Populer Minggu Ini