TUBAN || Penarealita.com – Pembangunan Saluran Pembuang di Desa Sumurgung, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, telah rampung dikerjakan. Infrastruktur pengendali aliran air tersebut dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban sebagai upaya mengurangi potensi banjir sekaligus mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian masyarakat.
Proyek yang masuk dalam pembangunan strategis daerah tahun 2025 itu dikerjakan secara kontraktual mulai 20 Agustus 2025 dan dinyatakan selesai pada 10 Desember 2025. Nilai anggaran pembangunan mencapai sekitar Rp9,55 miliar.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPRPRKP Kabupaten Tuban, Sayang Mulyahadi Rimbawan, mengatakan pembangunan saluran tersebut dilaksanakan berdasarkan perencanaan teknis dengan menggunakan dua jenis konstruksi, yakni bronjong dan precast U-ditch yang dilengkapi penutup (cover).
“Bronjong digunakan untuk konstruksi cekdam yang berada di dua lokasi, yaitu di Avour Sumurgung dan Kali Centong.
Sementara konstruksi U-ditch diterapkan di wilayah Dusun Lebak,” jelas Sayang, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, selama proses pengerjaan sempat dilakukan satu kali penyesuaian desain. Hal itu dilakukan karena kondisi tebing kanan di Afvoer Sumurgung dinilai lebih rentan mengalami longsor sehingga diperlukan penyesuaian teknis untuk menjaga keamanan dan fungsi konstruksi.
Sayang menjelaskan, pembangunan cekdam dan saluran pembuang tersebut memiliki fungsi utama untuk mengurangi kecepatan aliran air dari wilayah hulu, terutama dari kawasan Kedungdowo. Bangunan pengendali air itu diharapkan mampu mengurangi debit aliran yang menuju wilayah hilir sehingga risiko banjir dapat ditekan.
“Tujuan utamanya untuk mereduksi kecepatan aliran air dari wilayah hulu, khususnya dari kawasan Kedungdowo, sehingga debit air yang mengalir ke wilayah hilir dapat berkurang,” ujarnya.
Selain sebagai infrastruktur pengendali banjir, saluran tersebut juga diharapkan memberikan manfaat bagi sektor pertanian dan perkebunan masyarakat. Aliran air yang lebih tertata dapat mendukung ketersediaan air untuk kebutuhan pengairan lahan di wilayah sekitar.
Sayang menambahkan, hingga saat ini masih ditemukan genangan di sejumlah titik ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak lagi meluas seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Masih terdapat genangan di beberapa titik saat curah hujan tinggi, tetapi tidak meluas seperti tahun-tahun sebelumnya,” terangnya.
Masyarakat juga disebut menyambut baik pembangunan infrastruktur tersebut. Keberadaan saluran pembuang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang, terutama dalam mengurangi dampak banjir sekaligus menunjang kebutuhan pengairan lahan pertanian.
Dengan selesainya pembangunan tersebut, Pemkab Tuban berharap sistem pengelolaan sumber daya air di kawasan Sumurgung dan sekitarnya menjadi lebih tertata, sehingga risiko banjir dapat diminimalkan dan produktivitas pertanian masyarakat dapat terus didukung.( Mbah Muri )
Editorial : Redaksi