Home Daerah

Perkuat Ketahanan Pangan, Dinas PU SDA Bojonegoro Bangun dan Rehabilitasi Irigasi di 108 Desa

by Pena Realita - 19 Februari 2026, 23:41 WIB

BOJONEGORO || Penarealita.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mempercepat pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui program yang dijalankan oleh Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA), pembangunan irigasi hingga akhir 2025 menunjukkan progres signifikan.

Program pembangunan jaringan irigasi tercatat menjangkau 108 desa, sementara rehabilitasi dilakukan di 11 desa strategis. Dari total pekerjaan tersebut, sebanyak 72 lokasi pembangunan dan 4 lokasi rehabilitasi telah rampung 100 persen, dengan total panjang jaringan irigasi mencapai 14.851,80 meter.

Keberhasilan ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas infrastruktur air. Panjang jaringan irigasi dengan kategori kondisi “Baik” meningkat dari sebelumnya 190.513,08 meter menjadi 205.364,88 meter.

Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro, Helmy Elisabeth, menegaskan bahwa pembangunan irigasi merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas produksi pertanian.

“Infrastruktur irigasi yang memadai adalah fondasi. Kami ingin memastikan petani tidak lagi khawatir soal pasokan air, baik di musim hujan maupun kemarau. Air yang lancar berarti panen yang stabil,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan dan rehabilitasi irigasi membawa dampak positif nyata bagi masyarakat, terutama petani. Distribusi air kini lebih merata sepanjang musim, sehingga risiko gagal panen dapat ditekan. Selain itu, petani memiliki peluang meningkatkan frekuensi tanam dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.

Tidak hanya itu, perbaikan irigasi juga membantu petani menghemat biaya produksi karena tidak lagi bergantung pada pompa air tambahan atau sistem irigasi darurat yang memerlukan biaya besar.

Program ini juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk memperkuat ekonomi perdesaan dan menjadikan Bojonegoro sebagai daerah yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan.

“Kami terus berkomitmen melanjutkan pembangunan secara terukur dan merata di seluruh desa. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar Bojonegoro tetap menjadi lumbung pangan yang tangguh di masa depan,” pungkas Helmy.( Muri )

Editorial : Redaksi 

Share :

Populer Minggu Ini