BOJONEGORO|| Penarealita.com – Suasana meriah terjadi di aliran sungai sekitar Dam Pacal 2, Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (27/6/2026). Ratusan warga dari Desa Klepek dan wilayah sekitar berbondong-bondong turun ke sungai untuk berburu ikan yang bermunculan sesaat setelah pintu air bendungan dibuka.
Fenomena ini menjadi tontonan sekaligus kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh ikan secara gratis. Air bendungan yang mengalir deras dan berubah keruh diduga menyebabkan banyak ikan mengalami kondisi yang oleh warga setempat dikenal dengan istilah "mabok", "mungghut", atau "pladu", sehingga ikan berenang lemah di permukaan air dan mudah ditangkap.
Berdasarkan pantauan awak media ini dilokasi, Berbekal serok, jaring, ember, hingga tangan kosong, warga tampak antusias menyusuri aliran sungai. Sorak-sorai dan gelak tawa terdengar setiap kali ada warga yang berhasil menangkap ikan berukuran besar.
Salah seorang warga, Agus, mengatakan bahwa momen tersebut memang selalu dinantikan masyarakat karena hanya terjadi ketika pintu air Dam Pacal 2 dibuka.
"Jarang-jarang seperti ini. Biasanya kalau pintu air dam dibuka saja ikannya pada mabok, jadi mudah ditangkap. Makanya banyak warga datang berebut ikan," ujar Agus, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, tradisi berburu ikan saat pembukaan pintu air sudah berlangsung sejak lama dan menjadi kegiatan yang selalu menarik perhatian warga sekitar. Selain mendapatkan ikan tanpa harus memancing, kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.
Meski berlangsung penuh kegembiraan, warga tetap diimbau untuk berhati-hati saat berada di dalam maupun di sekitar aliran sungai. Pasalnya, debit dan arus air dapat berubah sewaktu-waktu setelah pintu bendungan dibuka sehingga berpotensi membahayakan keselamatan.
Fenomena tahunan di Dam Pacal 2 ini kembali menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Bojonegoro. Selain menghadirkan hiburan, momen tersebut juga membawa rezeki bagi warga yang berhasil membawa pulang hasil tangkapan ikan untuk dikonsumsi maupun dijual.( Mr)
Editorial : Redaksi