Home Daerah

Proyek Jembatan Rp2,1 Miliar di Desa Pengkol Disorot, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi – Papan Proyek Dinilai Hanya Formalitas

by Pena Realita - 09 Maret 2026, 10:08 WIB

BOJONEGORO || Penarealita.com – Pembangunan jembatan yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) di Desa Pengkol, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek dengan total anggaran mencapai Rp2.128.527.146 itu diduga tidak dikerjakan sesuai dengan spesifikasi teknis yang semestinya diterapkan pada proyek bernilai miliaran rupiah.

Sorotan muncul setelah sejumlah warga melihat langsung proses pengerjaan di lapangan yang dinilai tidak mencerminkan proyek dengan nilai anggaran besar. Salah satu yang menjadi perhatian adalah metode pengecoran yang dilakukan secara manual menggunakan adukan semen di lokasi, bukan menggunakan beton ready mix yang lazim dipakai dalam proyek konstruksi skala besar.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku heran dengan metode pengerjaan tersebut.

“Proyek dengan anggaran lebih dari dua miliar rupiah, tapi pengecorannya masih pakai adukan manual. Menurut saya ini sangat janggal untuk proyek sebesar ini,” ujarnya kepada awak media.

Menanggapi hal tersebut, Subeki yang mengaku sebagai subkontraktor dalam proyek pembangunan jembatan tersebut membantah adanya pelanggaran spesifikasi. Ia menegaskan bahwa pekerjaan telah dilakukan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Kalau untuk semen yang dipakai, yang penting ada tulisan PPC-nya. Itu sudah sesuai dengan yang ada di dalam RAB,” jelas Subeki saat dikonfirmasi.

Namun ketika awak media meminta dokumen RAB untuk memastikan kesesuaian spesifikasi material maupun metode pengerjaan yang digunakan di lapangan, pihak pelaksana belum dapat menunjukkannya hingga berita ini ditulis.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Pengkol terkesan enggan memberikan penjelasan lebih jauh. Ia hanya menyebutkan bahwa pekerjaan pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan oleh CV Lituhayu Jaya Grup.

Di sisi lain, papan informasi proyek yang terpasang di lokasi justru menimbulkan pertanyaan baru. Pasalnya, dalam papan tersebut tercantum nama perusahaan pelaksana proyek, sementara di lapangan disebutkan bahwa kegiatan dikerjakan oleh tim pelaksana desa.

Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa papan proyek tersebut hanya dijadikan formalitas administratif semata.

Seorang warga bahkan secara tegas mempertanyakan transparansi proyek tersebut.

“Kalau memang dikerjakan oleh desa melalui TPK, kenapa di papan proyek ada nama CV? Ini yang membuat kami curiga. Jangan sampai papan informasi hanya formalitas, sementara pelaksanaan di lapangan berbeda,” tegasnya.

Berdasarkan papan informasi yang terpasang di lokasi, tercatat beberapa data teknis sebagai berikut:

Kegiatan: Pembangunan Jembatan

Volume: Panjang 36 meter, Lebar 1,5 meter

Lokasi: Desa Pengkol RT 04/RW 02 menuju RT 05/RW 02

Sumber Dana: APBD Kabupaten (BKKD) dan APBDes (Pendampingan)

Total Anggaran: Rp2.128.527.146

Waktu Pelaksanaan: 150 hari kalender.

Sejumlah warga berharap Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui dinas teknis terkait turun langsung melakukan pengecekan di lapangan. Mereka khawatir apabila pembangunan dilakukan tidak sesuai spesifikasi, jembatan yang dibangun dengan dana miliaran rupiah tersebut tidak akan memiliki kualitas dan daya tahan yang maksimal.

“Ini uang rakyat. Jangan sampai proyek sebesar ini dikerjakan asal-asalan. Kami berharap ada pengawasan serius dari pemerintah kabupaten agar pembangunan benar-benar sesuai spesifikasi,” ungkap warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi teknis di Kabupaten Bojonegoro terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi dalam pembangunan jembatan tersebut.( Red )

Editorial: Redaksi 

Share :

Populer Minggu Ini