BOJONEGORO|| Penarealita.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) memastikan penanganan darurat longsor di bantaran Sungai Loro, Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, telah rampung 100 persen. Penanganan dilakukan secara terpadu lintas sektor dan diselesaikan dalam waktu enam hari, sejak 13 hingga 18 Februari 2026.
Langkah tanggap darurat difokuskan pada pemulihan fungsi sungai serta pengamanan akses warga yang terdampak pergerakan tanah. Untuk mempercepat proses evakuasi material longsoran dan penataan tebing, satu unit excavator long arm dikerahkan di lokasi.
Selama masa tanggap darurat, tim melaksanakan pembersihan material sisa longsor, normalisasi saluran air, penguatan tebing sementara, pemasangan sesek (anyaman bambu) serta pemulihan akses warga.
Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro, Helmy Elisabeth, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat melalui BBWS Bengawan Solo (PPK OP IV), Pemerintah Desa Sambiroto, unsur kebencanaan, serta partisipasi aktif masyarakat.
“Kami bergerak cepat karena lokasi ini memiliki urgensi tinggi bagi warga sekitar. Fokus utama kami adalah keselamatan dan memastikan fungsi sungai kembali normal,” ujarnya.
Ia menambahkan, penanganan ini merupakan langkah awal untuk meminimalisir risiko kerusakan yang lebih luas. Tebing sungai telah diperkuat sementara dengan cerucuk bambu guna mengurangi potensi longsor susulan.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat curah hujan tinggi, serta segera melaporkan apabila terdapat tanda-tanda pergerakan tanah lanjutan. Pemantauan berkala akan terus dilakukan di titik-titik rawan sepanjang aliran sungai demi menjamin keamanan infrastruktur dan keselamatan warga bantaran.( Mur )
Editorial : Redaksi