Home Daerah

RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Perkuat Layanan Unggulan, Siap Jadi Rumah Sakit Rujukan Regional

by Pena Realita - 20-02-2026 21:10 WIB

BOJONEGORO || Penarealita.com – RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro terus memperkuat kapasitas dan mutu pelayanan kesehatan melalui Workshop Pengembangan Layanan yang digelar pada 13–14 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Rencana Strategis RSUD 2025–2029 sekaligus tindak lanjut kerja sama dengan RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) sebagai rumah sakit rujukan nasional.

Workshop tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, direktur RSUD, kepala puskesmas se-Kabupaten Bojonegoro, serta tim pengampu layanan dari RSCM. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempercepat pengembangan layanan unggulan, khususnya di bidang jantung, stroke, dan terapi regeneratif.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengembangan layanan rumah sakit tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga berperan dalam memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Jika ruang fiskal terbatas, maka peningkatan PAD harus ditempuh melalui inovasi. Salah satunya dengan menghadirkan layanan unggulan rumah sakit yang memiliki daya tarik dan nilai tambah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, layanan seperti Digital Subtraction Angiography (DSA) dan stem cell memiliki potensi besar sebagai layanan spesialistik rujukan yang tidak sepenuhnya ditanggung BPJS Kesehatan. Dengan strategi branding dan pengelolaan yang tepat, layanan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjadi sumber pendapatan tambahan rumah sakit.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menghadapi tantangan pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Potensi pengurangan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dapat meningkatkan beban APBD untuk program Universal Health Coverage (UHC) di Bojonegoro, dari sekitar Rp238 miliar menjadi lebih dari Rp270 miliar per tahun.

Meski demikian, Nurul Azizah mengapresiasi capaian sektor kesehatan daerah yang berhasil meningkatkan angka harapan hidup masyarakat dari 72 tahun menjadi 75 tahun. Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari kebijakan layanan kesehatan gratis, optimalisasi mobil siaga desa, dan kemudahan akses layanan kesehatan hingga tingkat desa.

Sementara itu, Direktur RSUD, Ani Pujiningrum, menjelaskan bahwa workshop difokuskan pada implementasi konkret pengembangan tiga layanan prioritas.

Pertama, pengembangan Cardiac Center untuk penanganan penyakit jantung secara komprehensif, mulai dari diagnostik hingga rehabilitasi. Kedua, penguatan Stroke Center yang terintegrasi dengan teknologi DSA guna meningkatkan akurasi diagnosis dan efektivitas penanganan stroke. Ketiga, pengembangan layanan stem cell sebagai inovasi terapi regeneratif yang membutuhkan kesiapan SDM, sarana, serta regulasi yang ketat.

Menurutnya, kerja sama dengan RSCM tidak hanya mencakup pendampingan teknis, tetapi juga penguatan kompetensi tenaga medis, penyusunan standar operasional prosedur, sistem rujukan, hingga penyusunan roadmap pengembangan layanan jangka panjang.

“Melalui workshop ini, kami memastikan pengembangan layanan berjalan bertahap, terukur, dan sesuai standar nasional, sehingga RSUD mampu menjadi rumah sakit rujukan regional yang unggul dan berkelanjutan,” jelasnya.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, RSUD, puskesmas, dan rumah sakit rujukan nasional, RSUD Sosodoro Djatikoesoemo diharapkan semakin siap menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat secara optimal sekaligus memperkuat kemandirian layanan kesehatan daerah.( Mur )

Editorial : Redaksi 

Share :

Populer Minggu Ini