BOJONEGORO || Penarealita.com – Polemik yang menyeret kawasan sumur tua Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, memantik kemarahan besar dari para pekerja tambang tradisional. Mereka mengecam keras munculnya isu dugaan setoran ilegal kepada oknum aparat yang dinilai tidak berdasar, tidak jelas sumbernya, dan merusak nama baik masyarakat kecil yang selama ini menggantungkan hidup dari sumur tua.
Bagi warga Wonocolo, sumur tua bukan tempat permainan opini atau ladang isu murahan. Kawasan itu adalah sumber kehidupan yang diwariskan turun-temurun dan menjadi tumpuan ribuan keluarga. Karena itu, narasi liar tanpa bukti dianggap sebagai ancaman serius terhadap ekonomi keluarga, ketenangan sosial, hingga martabat desa.
Salah satu pekerja, Parman (nama samaran), mengaku geram karena warga Wonocolo terus dijadikan sasaran tuduhan tanpa ada pihak yang benar-benar datang melihat kenyataan di lapangan.
“Kami tiap hari bertaruh tenaga dan keselamatan demi mencari nafkah. Jangan asal bicara soal setoran atau tuduhan yang kami sendiri tidak pernah rasakan. Kalau isu seperti ini terus dimainkan tanpa bukti, yang hancur bukan cuma nama desa, tapi kehidupan keluarga kami!” tegasnya.
Kemarahan serupa disampaikan Pr (nama samaran). Ia menegaskan warga Wonocolo tidak akan tinggal diam jika kampung halaman mereka terus dibingkai dengan isu yang mencederai harga diri para pekerja tradisional.
“Kami ini rakyat kecil yang kerja nyata, bukan objek permainan isu. Datang dulu ke sini, lihat bagaimana kami hidup, baru bicara. Jangan karena berita yang tidak jelas, masyarakat luar menganggap kami hidup dalam praktik yang tidak benar. Itu sangat melukai kami yang cuma ingin bekerja tenang!” ujarnya lantang.
Warga menilai pemberitaan tanpa investigasi langsung dan klarifikasi menyeluruh hanya akan memperkeruh suasana, memecah ketenangan masyarakat Wonocolo, serta membuka stigma negatif terhadap desa yang selama ini dikenal sebagai kawasan tambang tradisional.
Masyarakat meminta semua pihak, termasuk penyebar informasi, agar lebih bertanggung jawab sebelum menyampaikan kabar ke publik. Mereka menegaskan bahwa menjaga kebenaran informasi sama pentingnya dengan menjaga keberlangsungan hidup ribuan pekerja sumur tua.
“Bagi saya, sumur tua itu sumber kehidupan, bukan komoditas isu. Kalau penghasilan kami diganggu dengan kabar yang tidak benar, maka kami akan bersuara dan melawan isu tersebut!” tegas salah satu warga.( Red )
Editorial : Redaksi