BOJONEGORO|| Penarealita.com – Masyarakat Kabupaten Bojonegoro diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat pemerintah. Imbauan tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) PU SDA Bojonegoro, Danang, menyusul adanya dugaan pencatutan nama dirinya oleh oknum tidak bertanggung jawab menggunakan nomor 082260215362.
Peringatan itu disampaikan oleh Danang Selaku Kabid PU SDA Bojonegoro melalui status WhatsApp pribadinya sebagai bentuk antisipasi agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan. Dalam unggahannya, Danang meminta warga berhati-hati terhadap pihak yang menghubungi dengan mengatasnamakan dirinya untuk kepentingan tertentu.
Menurut Danang, dirinya tidak pernah meminta sesuatu kepada masyarakat melalui nomor yang tidak dikenal, baik terkait bantuan, proyek, maupun urusan pribadi lainnya.
“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada. Jika ada pihak yang menghubungi dan mengatasnamakan saya untuk meminta sesuatu, mohon dipastikan terlebih dahulu kebenarannya. Jangan langsung percaya,” tegas Danang, Senin (25/5/2026).
Ia menilai praktik pencatutan nama pejabat merupakan tindakan serius karena selain berpotensi merugikan masyarakat secara materiil, juga dapat mencoreng nama baik instansi pemerintah.
Danang juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan berbagai janji bantuan ataupun iming-iming tertentu yang disampaikan oleh pihak yang tidak jelas identitasnya.
“Pelaku seperti ini harus ditindak tegas. Jangan sampai masyarakat menjadi korban karena ulah oknum yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.
Modus yang diduga digunakan pelaku yakni dengan menghubungi masyarakat melalui nomor tertentu sambil mengaku sebagai Kabid PU SDA Bojonegoro. Karena itu, warga diminta segera melakukan konfirmasi kepada pihak terkait apabila menerima pesan atau panggilan yang mencurigakan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak memberikan data pribadi, informasi penting, maupun sejumlah uang kepada pihak yang belum jelas identitas dan tujuannya.
Dengan adanya kejadian tersebut, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dan selalu melakukan pengecekan ulang terhadap setiap informasi atau komunikasi yang mengatasnamakan pejabat pemerintah demi menghindari tindak penipuan.( Mbah Muri)
Editorial : Redaksi